Showing posts with label Etiquette ( etiket ). Show all posts
Showing posts with label Etiquette ( etiket ). Show all posts

Friday, December 4, 2015

10 Etika Bisnis Yang Harus Kamu Pelajari

" No matter who you are or what you do, your manners will have a direct impact on your professional and social success "

dobeldua.com, Inspiring You - Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari dunia bisnis, salah satunya adalah kenyataan bahwa etika ternyata menentukan kesuksesan usaha.

Dalam ketatnya persaingan industri modern, karisma tanpa nurani dan kepintaran tanpa karakter adalah resep kehancuran bisnis paling ampuh. Kompetisi, ambisi, dan inovasi memang memiliki posisi vital dalam menentukan kesuksesan, namun ketiga hal ini tetap harus dibalut dengan etika dan profesionalisme.


Prinsip etika dalam hal ini diartikan sebagai standar universal dari apa yang dianggap salah dan benar dalam menjalankan sebuah usaha. Prinsip-prinsip inilah yang nantinya mempengaruhi langkah pembuatan keputusan dan menentukan arah masa depan perusahaan. Dalam berbisnis,ethical principal ini juga memegang peranan cukup penting dalam membangun kredibilitas di mata konsumen. Jika klien menganggap reputasi perusahaan cukup baik, maka Anda dapat dengan mudah mendapatkan kepercayaan mereka. 

Dalam perkembangannya, terdapat beberapa prinsip etika dalam berbisnis agar usaha Anda tetap lancar dan stabil menghadapi persaingan, antara lain: 


  1. Kejujuran – Jujur Ketika Berkomunikasi atau Bersikap. Kejujuran merupakan salah satu poin penting untuk menyukseskan usaha sekaligus membangun kepercayaan klien. Anda wajib bersikap jujur dalam segala hal, mulai dari sekadar memberikan informasi hingga ketika menganalisa kekurang perusahaan yang dipimpin.

  2. Integritas. Seorang pimpinan perusahaan mendapatkan kepercayaan orang lain karena ia memiliki integritas. Integritas sendiri diartikan sebagai konsistensi dan sinkronisasi antara pemikiran, perkataan, dan perbuatan. Meski demikian, membangun integritas tidaklah semudah bayangan karena seringkali Anda harus berhadapan dengan berbagai kepentingan lain yang mungkin berseberangan dengan kepercayaan.
    Dalam hal ini, seseorang dikatakan sebagai pemimpin yang baik jika ia mampu bertahan dan tidak mengorbankan prinsip yang dipercaya hanya karena mendapat tekanan dari pihak lain.

  3. Memenuhi Janji Serta Komitmen yang Dibuat. Seorang pebisnis diapat dipercaya karena ia mau dan mempu berusaha memenuhi segala janji dan komitmen yang perna dibuat. Anda tidak boleh sembarangan membuat janji, namun ketika diucapkan langsung berkomitmen untuk memenuhinya dengan baik.

  4. Loyalitas. Loyalitas adalah hal yang sangat diperlukan aga bisnis dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan konflik. Keloyalan dapat ditunjukkan dengan bekerja sesuai dengan visi dan misi perusahaan serta tidak mencampurkan urusan kantor dengan masalah pribadi. Anda juga dapat menunjukkan loyalitas dengan memberikan seluruh kemampuan demi perkembangan perusahaan kea rah yang lebih baik.

  5. Keadilan. Keadilan menjadi salah satu hal fundamental yang harus dimiliki setiap pebisnis sukses. Mereka tidak menggunakan kedudukan atau kekuatan yang dimiliki untuk bersikap otoriter maupun seenaknya sendiri. Mereka mampu bersikap adil pada setiap karyawan, menoleransi perbedaan, berpikiran terbuka, mengakui jika melakukan kesalahan, bahkan tak segan mengubah prinsip atau keputusan jika diperlukan.

  6. Kepedulian. Seorang pebisnis harus menjadi pribadi yang menunjukkan kepedulian, simpatik, dan baik hati. Anda harus memahami konsep bahwa keputusan dalam berbisnis tidak hanya berpengaruh bagi perusahaan, namun juga seluruh karyawan dan staf yang terlibat didalanya. Seorang pemimpin harus mampu memberikan keputusan yang memiliki sedikit dampak negated dan memiliki paling banyak dampak positif.

  7. Penghargaan. Anda harus menjadi pribadi yang menghargai orang lain jika ingin menjadi pebisnis sukses. Anda juga harus bersikap profesional dengan tidak membedakan perlakuan kepada orang lain berdasarkan jenis kelamin, ras, agama, maupun kewarganegaraan. Hal ini penting dilakukan bukan hanya untuk kebaikan perusahaan, namun juga agar lingkungan kantor tetap kondusif.

  8. Mematuhi Aturan Dunia bisnis tentu memiliki berbagai aturan yang telah ditetapkan secara tertulis maupun tidak tertulis. Patuhilah seluruh aturan tersebut agar dapat menjadi pebisnis yang disegani banyak pihak.

  9. Jiwa Kepemimpinan. Seorang pebisnis harus memiliki jiwa kepemimpinan yang baik dengan menyadari tanggung jawab yang dipikul. Anda juga harus bisa memotivasi seluruh bawahan agar dapat bekerja dan menampilkan performa terbaik.

  10. Menjaga Reputasi. Seorang pebisnis harus memiliki kemampuan membangun dan melindungi nama baik perusahaan beserta seluruh hal yang berada di dalamnya. Hal inilah yang menjadi kunci datangnya konsumen karena percaya bahwa perusahaan Anda dapat memenuhi segala kebutuhannya.
Itulah beberapa poin etika berbisnis yang harus dimiliki jika ingin agar usaha lancar dan stabil. Anda yang menjalankan poin-poin tersebut akan mendapat pencitraan positif dari masyarakat sehingga konsumen tak segan menggunakan servis dari perusahaan.

Etika Bersahabat / Berteman

dobeldua.com, Inspiring You -
Sadar atau tidak kita pasti pernah melakukannya..
  1. Jika kalian bertiga atau lebih jangan berbisik bisik hanya kesatu teman,, soalnya temen yang lain pasti penasaran, dan buruknya kalo yang ga dibisikin ini berburuk sangka ke kita.

  2. Jika kalian bertiga atau lebih jangan saling duduk berdekatan hanya kesatu teman, ntar takutnya dibilang : atau teman yang lain merasa tidak disenangi.

  3. Jangan terlalu memamerkan kelebihan kita, takutnya temen kita ada yang minder. terutama pamer materi.

  4. Seringlah menyapa teman kita walopun cuma lewat FB,twitter,dll. sehingga kita tidak dipandang sombong oleh mereka dan jangan sampai mereka menganggap kita cuma ada kalo lagi butuh.

  5. Tolong tepati janjimu jika kamu telah berjanji kepada temanmu, walau sekecil apapun janji itu.kita tau kan gmn sakitnya kalo kecewa? jangan sampe teman kita kecewa..

  6. Jangan terlalu mempermalukan teman kita atau terlalu menertawakannya,, coba kita bayangkan apa yang kita rasakan jika kita ditertawakan oleh orang banyak karena sebuah aib.

  7. Sahabat yang baik adalah seorang yang akan membelamu ketika kamu ditertawakan oleh orang lain. pada saat ini seseorang bener bener butuh teman,, jadi kita harus membela teman kita. dengan itu temen kita bakal bersemangat lagi

  8. Sahabat yang baik adalah seorang yang tanpa perduli batas waktu dan ruang akan selalu menjadi teman sejati bagimu. intinya jangan deket pas lagi butuh aja. jangan sampe temen kita ngrasa kalo dia cuma orang yang dibutuhkan sesaat

  9. Sahabat yang baik adalah seorang yang bisa mendengar suaramu, bahkan ketika orang lain tidak bisa mendengarnya. ini memang susah tapi kita harus bisa , coba pahami perasaan teman kita, senang atau sedih kita harus tetap bersama tutupi aib teman kita, jangan kita publikasikan ke orang orang. nggak kebayang perasaan temen kita kalo aibnya di bongkar. tunjukan bahwa kita bisa dipercaya.


  10. Tolong terima segala kekurangan teman kita, terima segala perbedaan teman kita (suku, agama , ras dll) sudah tidak pantas kita memilih milih teman.

  11. Coba hargai pendapat teman kita, jangan menyepelekan teman kita, mungkin dia memiliki pendapat yang lebih baik dari kita.

Back to Home

Etika Makan dan Minum



  • Berdo’a sebelum makan,
  • Ambillah makanan mulai dari yang terdekat
  • Tidak mendahului orang yang lebih tua dalam mengambil makanan
  • Tidak memandangi orang lain yang sedang makan dan tidak memandangi makanannya
  • Makanlah dengan santai dan jangan tergesa-gesa
  • Mengunyah makanan dengan sempurna
  • Jangan menyuap makanan dengan suapan berikutnya sebelum habis makanan yang ada didalam mulut
  • Jangan sampai pakaian kotor terkena tumpahan makanan
  • Habiskan makanan yang ada di dalam piring, jangan sampai ada yang tersisa
  • Makanan tidak boleh tumpah atau berserakan di luar piring
  • Jangan makan dan minum sambil berdiri atau berjalan
  • Jangan mengepal makanan dengan kepalan yang terlalu besar, cukup yang dengan kepalan sedang-sedang saja
  • Hindari bunyi sedukan di dalam tenggorokan pada saat minum air
  • Upayakan agar tidak ada bunyi sendawa setelah makan, jika terpaksa berbunyi usahakan agar bunyinya tidak terlalu keras
  • Setelah selesai makan, maka ucapkanlah do’a,  sebagai ungkapan rasa syukur kita atas nikmat yang telah di berikan oleh Tuhan kepada kita

Etika Duduk Dan Berjalan

ETIKET......

dobeldua.com, Inspiring You -  Manusia adalah makhluk sosial berarti manusia tidak dapat hidup sendiri. Di dalam kehidupan sehari-hari kita pasti berinteraksi dengan orang lain. Jika kita berinteraksi , kita harus punya etika dan etiket .

Etiket adalah perilaku yang dianggap pas, cocok, sopan, dan terhormat dari seseorang yang bersifat pribadi seperti gaya makan, gaya berpakaian, gaya berbicara, gaya berjalan, gaya duduk, dan gaya tidur.

  1. ETIKET DUDUK
    • Jika kita duduk , pastikan bahwa kita duduk di tempat duduk .
    • Saat duduk , sebaiknya kita menduduki seluruh bagian dari kursi itu.
    • Jika berhadapan dengan orang lain duduklah tanpa menyilangkan kaki atau menjulurkan kaki jauh ke depan.
    • Posisi Kaki Tegak Lurus , Tidak Miring , Kaki Lurus Di Lantai , 1 kaki tegak Lurus , kaki lain maju , telapak tetap di lantai
    • Ketika duduk , jangan sekali – kali menempatkan salah satu atau kedua kaki di atas kursi
    • Apabila duduk di kursi makan hendaknya kita tidak menyeret kursi
    • Bila akan duduk dan pergi dari kendaraan umum, sebaiknya kita permisi kepada mereka yang telah duduk lebih dahulu.
    • Jika kita ingin duduk di kursi makan , kita masuk dan keluar dari sebelah kiri
    • Jika duduk bersama wanita , misalnya di bus kota , sebaiknya wanita di persilahkan duduk di sebelah dalam

    • Jika pergi ke bioskop duduklah sesuai tempat yang telah di tentukan
    • Jangan sekali-kali menjulurkan kaki di tempat duduk orang lain
    • Memberikan tempat duduk kita kepada yang sangat memerlukan , bila bangku terisi semua
    • Duduk hendaknya kedua kaki merapat , kedua paha tertutup
    • Tidak meletakkan benda di atas rok mini untuk menutup kaki yang terbuka
    • Saat duduk hendaknya kaki kita tidak goyang – goyang terus
    • Sebaiknya tangan kita ada di pangkuan atau sandaran tangan kursi
    • Tidak duduk di kursi kosong yang ada di antara dua orang yang sedang berbicara (serius)
    • Jika kita pergi ke pesta atau pertemuan ,duduklah di tempat yang telah di sediakan panitia
    • Apabila kita menerima tamu , sebaiknya kita mempersilahkan tamu duduk di sebelah kanan kita

  2. ETIKA BERJALAN
    • Jika kita berjalan , kita harus tampil percaya diri
    • Upayakan kedua kaki kita menapak ke tanah dengan mantap (tidak berbunyi)
    • kita perlu menyesuaikan gerakan tangan dengan langkah agar tampak serasi
    • Sebaiknya kita tidak berjalan terlalu cepat
    • Sebaiknya kita mengatakan “permisi” ketika kita melewati kerumunan orang banyak
    • Ketika kita lewat di hadapan orang lain , jangan membuang muka dari mereka
    • Sebaiknya kita tidak berjalan sambil membaca surat kabar , makan atau minum.
    • Bila hendak menutup pintu , wanita berjalan duluan diikuti pria


    Ketika kita harus berjalan di jalan raya ,ambilah jalur kiri jalan.
    • Bila ada pria dan wanita hendak menyebrang jalan , maka pria hendaknya mangambil posisi dari arah datangnya kendaraan
    • Apabila ada satu pria dan dua wanita berjalan di jalan raya , maka si pria harus berjalan di sisi yang berdekatan dengan lalu lintas
    • Jika suami istri berjalan bersama posisi suami ada di sebelah kanan.
    • Hendakya tidak mengobrol dan bercanda ketika berjalan


    Jika mau masuk ke dalam atau keluar lift , sebaiknya si pria mempersilahkan wanita terlebih dahulu
    • Apabila berjalan di dalam ruangan , hendaknya kita mengupayakan supaya langkah kaki kita tidak bersuara.
    • Kalau ada satu pria dan satu wanita naik/turun tangga , sebaiknya keduannya berjalan sejajar
    • Bila lalu lintas di tangga cukup ramai , maka ketika menaiki tangga pria harus berjalan di depan , sedangkan bila menuruni tangga , pria berjalan di belakang.

Back to Home

Etika Berpakaian yang Sopan, Baik dan Benar

What you wear is how you present your self to the world, especially today, when human contacts are so quick. Fashion is instant language - Miuccia Prada

dobeldua.com, Inspiring You - Manusia membutuhkan pakaian (sandang) untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok dasar sehari-hari di samping kebutuhan akan tempat tinggal (papan) dan makanan (pangan). Pakaian dapat memberikan keindahan, proteksi dari penyakit, kenyamanan, dan lain sebagainya. Tanpa baju/pakaian dapat mengakibatkan seseorang dikatakan gila.

Beberapa Etika / Etiket Dalam Berpakaian :
  1. Menutup Aurat Bagian Tubuh
    Saat ini banyak kita jumpai gadis dan wanita yang tidak menutup aurat dengan bajunya, sehingga dapat memunculkan rangsangan kepada kaum laki-laki yang melihatnya. Ada banyak pilihan pakaian yang tertutup dan sopan yang bisa digunakan tanpa mengurangi kecantikan perempuan. Seharusnya pemerintah memberikan teguran dan hukuman bagi orang-orang yang mengumbar tubuhnya.

  2. Sesuai Dengan Tujuan, Situasi dan Kondisi Lingkungan
    Jika ingin sekolah gunakanlah pakaian seragam sekolah, bukan pakaian untuk tidur (piyama), renang, kerja, dan lain-lain. Apabila suhu di luar rumah sangat dingin, gunakanlah jaket yang tebal, bukan memakai pakaian tipis.

  3. Tampak Rapi, Bersih, Sehat, dan Ukurannya Pas
    Pakaian yang dipakai sebaiknya pakaian yang telah dicuci bersih, disetrika rapi dan jika dipakai tidak kebesaran maupun kekecilan. Pakaian yang kotor merupakan sarang penyakit bagi kita diri sendiri maupun kepada oang lain yang ada di sekitarnya.

  4. Tidak Mengganggu Orang Lain
    Pakailah baju-baju yang biasa-biasa saja tidak mengganggu akivitas maupun kenyamanan orang lain. Misalnya menggunakan gaun wanita dengan ekor puluhan meter sangat tidak pantas jika kita gunakan di tempat seperti di bus umum.

  5. Tidak Melanggar Hukum Negara dan Hukum Agama
    Sebelum memakai pakaian ada baiknya diingat-ingat dulu hukum di dalam maupun di luar negeri. Hindari memakai pakaian yang bertentangan dengan adat istiadat, hukum budaya yang berlaku di tempat tersebut. Di mana bumi di pajak, di situ langit di junjung.
Sekian tulisan ini saya buat, jika ada yang mau ditambahkan silahkan ditambahkan melalui fitur komentar di bawah ini.
Back to Home

Jangan Abaikan Etika Berbica Anda

doebldua.com, Inspiring You - semua orang kecuali yang tuna wicara atau tuna rungu (bisu tuli) pasti mampu berbicara. Namun tidak setiap orang mampu berbicara dengan baik dan benar. Kalau bicara sekedar bicara, anak kecil pun bisa. Balita usia 2-3 tahun sudah pandai berbicara, minimal dapat memanggil ayah ibunya. Bahkan tangisan bayipun sebenarnya merupakan bentuk bicara juga.

Berbicara adalah mengeluarkan, menyusun kata-kata secara teratur melalui lisan sehingga dapat dimengerti oleh lawan bicaranya. Bicara di sini diartikan sebagai bentuk komunikasi, dengan bicara maka komunikasi dapat terjalin, Tetapi berkata-kata tanpa artipun sebenarnya bicara juga, hanya saja belum dimasukan ke dalam kategori komunikasi.

Kemampuan bicara menjadi penting dalam konteks menjalin hubungan komunikasi dengan orang lain. Dalam perkembangannya, bicara menjadi lebih ruwet karena ada batasan-batasan etika dan aturannya. Bicara kemudian terkotak-kotak oleh kepentingan dan maksud-maksud tertentu. Setiap aspek kehidupan memiliki aturan dan etika tersendiri dalam berbicara.

Faktor utama dalam berbicara adalah bahasa. Makna bahasa sekarang lebih luas lagi, bukan hanya merujuk pada suku bangsa tetapi sudah merambah pada disiplin ilmu. Kita sekarang tidak hanya mengenal bahasa jawa, Madura, Sunda dan sebagainya yang berdasarkan kesukuan, melainkan bahasa ekonomi, bahasa politik dan sebagainya dalam lingkup disiplin ilmu.

Selanjutnya, dari bahasa tadi mempengaruhi etika dan aturan bicara. Antara bahasa hukum dan bahasa ekonomi ada aturan dan etikanya sendiri, seperti halnya bahasa Jawa dan bahasa Sunda yang di dalamnya tidak terpisahkan oleh adat istiadat dan budaya dari mana bahasa itu berasal.

Dalam pergaulan etika berbicara itu penting, tidak boleh asal bicara. Semakin tinggi tingkat pendidikan dan sosial, seseorang biasanya semakin tinggi pula etikanya dalam berbicara. Kelas pendidikan dan sosial sering menjadi faktor pembeda dalam berbicara. Antara bahasa tukang becak dan dosen jelas berbeda. Dan bial dibolak-balik kesannya akan semakin semrawut.

Kesannya akan lain. Seorang dosen dengan strata pendidikan tinggi rasanya tidak pantas berbicara dengan gaya bahas tukang becak yang terbiasa kasar, cespleng dan tidak mengenal unggah-ungguh. Sebaliknya, tukang becak akan menjadi lucu bila memaksakan diri berbicara dengan langgam berbicara seorang dosen yang cenderung ilmiah dan rumit dicerna orang biasa.

Tujuan utama berbicara adalah membuat lawan bicara mengerti apa yang dikatakannya. Tidak peduli bahasa apa yang dipakai, punya ungguh-ungguh atau tidak, yang penting orang yang diajak berbicara menangkap dengan jelas maksudnya. Tetapi dalam perkembangannya, seiring dengan kemajuan peradaban, mengerti saja tidak cukup.

Sekarang ini, disamping dapat dimengerti harus pula mencerminkan etika, termasuk didalamnya adalah unggah-unggah. Apalagi di dunia timur (oriental)yang sangat menghormati nilai-nilai kesopanan, unggah-ungguh menjadi faktor yang tak boleh ditinggalkan. Khususnya di masyarakat Jawa, Unggah-ungga memegang peranan sangat dominan.

Bahkan bahasa yang dipakaipun berlainan antara bicara kepada orang tua, adik, atasan dan sebagainya. Orang akan semakin dihormati apabila tahu unggah-ungguh. Dan bila unggah-ungguh itu dilanggar, adat-istiadat sudah menyiapkan sangsinya. Orang yang tidak tahu sopan-santun dalam berbicara pasti akan dikucilkan selamanya.


  1. Berbicara Harus Menatap Lawan Bicara

    Yang harus anda perhatikan ketika berbicara adalah konsentrasikan diri anda sepenuhnya kepada lawan bicara. jangan melihat ke arah lain sehingga membuat lawan bicara tersinggung. Menatap lawan bicara sungguh-sungguh (bukan mendelik/melirik) termasuk etika berbicara yang baik. Obyek anda adalah lawan bicara bukan yang lain.

    jangan tinggalkan etika ketika anda sedang berkomunikasi dengan orang lain. Kita sendiri juga pasti tersinggung jika ada orang lain mengajak bicara tiba-tiba memutar hidungnya ke tempat lain. Mau menanggapi bicaranya saja sebenarnya sudah harus disyukuri, jangan malah berpindah hati.

    Bicara itu bukan hanya dengan mulut, tetapi juga dengan hati dan seluruh tubuh kita kecuali kalau kita berbicara melalui telepon. Ketika berbicara usahakan seluruh gerak tubuh kita mengarah ke lawan bicara sehingga kita tahu bagaimana reaksi lawan bicara ketika membalas apa yang kita ucapkan. Kalau pandangan kita beralih ke tempat lain, kita tahu apakah lawan bicara tulus dengan ucapannya atau tidak. Bisa jadi lawan bicara bilang setuju tetapi mimik wajahnya dan kita tahu karena pandangan kita tidak tertuju kepadanya.

    Pada saat berbicara semestinya kita seudah mempersiapkan mental kita sepenuhnya. Karena yang kita hadapi adalah manusia yang mempunyai perasaan, bisa senang dan susah, bisa tersinggung dan marah-marah. Oleh sebab itu, baik itu mimik maupun mata kita harus menampakan wajah yang bersahabat dan sungguh-sungguh.

  2. Suara Harus Terdengar Jelas
    Disamping kita harus menatap lawan bicara, yang tak kalah pentingnya adalah menata suara kita agar lawan bicara dapat menangkap dengan jelas apa yang sedang kita bicarakan. Tidak boleh terlalu terburu-buru dan jangan terlalu pelan. Usahakan suara yang keluar bisa terdengar jelas agar lawan bicara dapat terdengar apa yang kita ucapkan.

    Karena kondisi tertentu seringkali kita tidak dapat mengontrol suara kita, sehingga menjadi terlalu cepat. Lawan bicara merasa perlu menegaskan kembali dengan bertanya balik. Atau karena tidak ingin didengar orang lain, kita berusaha merendahkan intonasi suara sehingga di telinga lawan bicara terdengar seperti desis ular. Kedua-duanya bukan cara yang efektif dalam berbicara.

    Berbicara dengan pelan tapi jelas terdengar. Tidak perlu terlalu keras tidak perlu terlalu lemah. Yang perlu kita perhatikan pula adalah tingkat emosional kita. Bicaralah ketika emosi kita sedang tidak konsentrasi. misalnya kalau kita sedang marah atau sedih, usahakan agar kemarahan atau kesedihan tersebut tidak terlihat oleh lawan bicara.

    Percuma saja kita berbicara terburu-buru sampai nafas kita tersengal-sengal, lawan bicara susah mengerti. Atau terlalu lembut seperti orang yang sedang dirundung derita berkepanjangan, sehingga hanya terdengar seperti rintihan yang menyayat hati. Oleh karena itu hindarilah berbicara terburu-buru atau terlalu pelan. Sebab dalam kondisi berbicara seperti itu, sulit untuk meninta respon yang obyektif dari lawan bicara.

    Di samping tidak efektif, pembicaraan yang kurang terdengar jelas di telinga lawan bicara kadang-kadang menimbulkan kejengkelan bagi lawan bicara. Maunya ingin cepat-cepat selesai tetapi malah menimbulkan persoalan baru yang tidak selesai-selesai. Tentunya ini akan merugikan diri kita sendiri.

  3. Gunakanlah Tata Bahasa yang Baik dan Benar
    Bahasa dapat menunjukan kualitas kepribadian dan latar belakang seseorang. Bahasa pegawai kantor, jelas berbeda dengan orang berjualan di pasar. Salah satu unsur pembedanya terdapat dalam pemakaian tata bahasa yang digunakan. Bahasa pegawai kantor jelas lebih punya etika dari pada orang pasar. Bahasa anak gaul berbeda dengan bahasa ningrat keraton.

    Sebelum berbicara sebaiknya kata-kata diatur terlebih dahulu. Jangan sampai di tengah kalimat tiba-tiba putus karena kita tidak tahu apa yang akan kita bicarakan. Dan tentunya tidak boleh menggunakan kata-kata yang kasar, apalagi yang meninggung hati lawan bicara.

    Kita harus mengetahui mana subyek, mana predikat, obyek dan keterangan dalam sebuah kalimat. Kita harus tahu pula bagaimana menempatkan perangkat kalimat pada tempat yang benar. jangan sampai kita bingung dengan kalimat yang kita ucapkan sendiri. Umpamanya dengan membolak-balik kedudukan subyek, predikat dan obyek sehingga menjadi kalimat yang tidak beraturan.


  4. Jangan menggunakan Nada Suara yang Tinggi
    Citra pegawai kantor adalah citra kesopanan artinya orang lain melihat pegawai kantor sebagai orang yang tahu etika, punya tata-krama dan santun dalam segala tindak-tanduknya. Sikap dan perilakunya mencerminkan orang berpendidikan.

    Kesan tersebut akan semakin membekas ketika kita sedang berbicara. Dari pembicaraan itu orang lain akan dapat menilai, apakah kita seorang pegawai kantor atau bukan. Gaya bicara, intonasi yang dipakai, dan tata bahasa, jelas berpengaruh besar di telinga pendengar.

    Sebagai pegawai kantor, sebaiknya kita berbicara dengan kalimat yang jelas dan intonasi yang sedang-sedang saja. Tidak terlalu tinggi, juga tidak terlalu rendah. Tunjukan kesan bahwa kita bisa mengontrol intonasi dengan baik.

    Pakailah nada suara yang datar-datar saja, sehingga setiap orang dapat mendengarnya dengan baik. Kalau terlalu tinggi dikhawatirkan tidak semua pendengarnya dapat mendengar dengan baik. Apalagi jika kita ditunjuk sebagai pembicara, nada suara harus benar-benar dijaga. Sebab, pendengar dalam sebuah forum baik ceramah maupun diskusi cenderung beragam.

    Jika nada suara terlalu tinggi kita akan cepat letih. Orang tidak mungkin sanggup berteriak selama satu jam terus-menerus. Apa yang kita bicarakan sebaiknya dapat kita nikmati jangan malah menjadi beban.

    Disamping itu, kurang beretika rasanya kalau kita berbicara dengan nada suara yang tinggi. Kecuali jika kita sedang membakar semangat para anak-anak muda untuk terjun ke medan perang. Dalam situasi yang biasa, aman dan tidak darurat, Sebaiknya nada suara kita tidak terlalu tinggi.


  5. Pembicaraan Mudah Dimengerti
    Tujuan utama berbicara adalah untuk membuat lawan bicara mengerti apa yang sedang kita bicarakan. Oleh sebab itu, sebaiknya kita cukup toleran dengan para pendengar kita. Kita harus pandai-pandai memilih lawan bicara, sebab hal ini berkaitan dengan bahasa yang kita pakai. Jangan karena ingin dianggap sebagai pegawai kantor ke mana-mana kita selalu menggunakan bahasa tingkat tinggi.

    Kita harus pandai menyesuaikan diri dengan kondisi dan latar belakang lawan bicara yang kita hadapi. Jangan terjebak oleh keinginan untuk menjaga image atau gengsi sehingga mengorbankan lawan bicara.

    Pakailah bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Tidak penting anggapan orang lain terhadap diri kita, yang penting adalah orang lain mengerti terhadap apa yang sedang kita bicarakan. Biarkan orang lain menganggap diri kita bodoh, dan seolah-olah pitar mereka, itu hak mereka.

    Sering kita mendengar ada orang berbicara dengan menggunakan bahasa yang tinggi. Padahal pendengarnya hanya para pedagang yang tidak sempat mengikuti perkembangan jaman. Memang ia berhasil membangun kesan di tengah audiennya bahwa ia pembicara yang pandai, Tetapi ketika ditanyakan kepada mereka apakah mereka mengerti, mereka malah bingung.

    Kita semua pasti punya pengalaman yang sama ketika mengikuti khotbah Jum'at. Ada khatib yang selama khotbahnya menggunakan bahasa Arab di tengah jamaah yang seluruhnya orang Indonesia. yakinkah anda bahwa jamaah mengerti isi khotbah tersebut?

    Tipsnya sebelum mengajak bicara, ketahuilah dulu siapa lawan bicaranya. Kalau memang lawan bicara lebih mudah mengerti dengan bahasa daerah, maka kita harus menyesuaikan diri.

Dari bahasa di atas semakin mengertilah kita bahwa ternyata berbicara itu tidak semudah yang kita bayangkan. Tetapi penulis juga tidak sedang mengarahkan pada satu kesimpulan bahwa berbicara itu sukar. Singkatnya, sebagai pegawai kantor kita harus tetap menjaga dengan baik etika kita dalam berbicara.

Sunday, November 29, 2015

Etika Kantor

Etiquette is all human social behavior. If you're a hermit on a mountain, you don't have to worry about etiquette, if somebody comes up the mountain, then you've got a problem. It matters becouse we want to live in reasonably harmonious communities - Judith Martin

dobeldua.com, Inspiring You - Bagi mereka yang menghabiskan sebagian besar waktu di kantor, berinteraksi dengan rekan kerja setiap hari.

Mempraktekkan etiket kantor akan memastikan Anda dianggap profesional, tidak mengganggu atau menyebabkan ketidaknyamanan orang-rang di sekitar Anda.

Istilah "etiket kantor" mungkin terdengar kaku dan formal, tetapi tergantung pada lingkungan kerja Anda, ini dapat menjadi aturan tidak tertulis untuk mengamati perilaku sosial.

dobeldua.com akan berbagi beberapa tips tentang cara mudah untuk menjaga sopan santun di lingkungan kerja/kantor Anda.
  1. Memperkenalkan orang lain.
    Jangan ragu untuk memperkenalkan seseorang kepada orang  lain bila memungkinkan, kecuali Anda tahu pasti bahwa mereka sudah saling mengenal.    Ini akan membuat orang merasa dihargai, terlepas dari apapun posisi atau status    mereka.

  2. Berdiri ketika Anda diperkenalkan.
    Apakah Anda tahu bahwa berdiri akan membantu    menyatakan kehadiran Anda? Jabat tangan juga tetap menjadi standar profesional. Berdiri ketika Anda diperkenalkan, dan menawarkan tangan Anda untuk menunjukkan bahwa Anda sopan, percaya diri, dan ramah.

  3. Bersikap tegas, bukan agresif.
    Sekarang ini, orang-orang begitu bersemangat untuk   mengungkapkan apa yang mereka ingin katakan sehingga memotong pembicaraan orang lain,   dan dianggap sebagai kejadian yang normal.

    Walaupun terasa sulit untuk menghentikan    diri sendiri untuk menyampaikan  dalam suatu diskusi, ingatlah bahwa memotong    pembicaraan orang itu kasar dan menunjukkan rasa tidak hormat terhadap orang lain.

  4. Menghormati ruang kerja orang lain. 
    Apakah tempat kerja Anda penuh dengan sekat dan    bilik? atau hanya satu ruang besar bersama dengan meja-meja, ingat untuk menghormati    area orang lain. Agak kasar bila Anda berpikir bahwa Anda tidak mengganggu pekerjaan    orang lain jika hanya melewati sekat/bilik orang lain, atau melewati meja orang lain    tanpa permisi atau hanya sekedar melemparkan senyum.

  5. Tepat waktu.
    Apakah Anda tahu bahwa hadir tepat waktu berarti menyatakan Anda  menghormati waktu orang lain? Semua orang sibuk, tapi keterlambatan tidak berarti Anda lebih sibuk dari semua orang; itu berarti Anda hanya tidak peduli.

  6. Perhatikan apa yang Anda katakan. 
    Pilih kata-kata Anda dengan bijaksana - apakah itu    lisan ataupun tertulis. Selalu periksa dua kali apa yang Anda tulis sebelum Anda  mengirim; jangan terlibat dengan “gossip” di kantor.
    Bertanggung jawab atas apa yang    Anda katakan atau kirim - Anda tidak pernah tahu jika kata-kata/email Anda akan    diteruskan.
Terakhir, selalu ucapkan "Tolong" dan "Terima kasih." Bentuk dasar kesopanan ini sangat penting bahkan dalam suasana yang sangat santai namun profesional.
Back to Home
Powered by Blogger.

 

© 2016 Dobel Dua. All rights resevered. Designed by Kenzie Yuella

Back To Top